Belajar dengan Peran Masing-Masing

Hidup adalah belajar. Begitu juga hidup dalam peran masing-masing. Ada yang perannya sebagai orangtua, atau sebagai anak. Ada juga perannya sebagai guru, sebagai karyawan dikantor, atau sebagai siswa di sekolah. Namun, dalam menjalankan peran masing-masing, mereka semua juga tetap harus belajar. Tak ada istilah guru tidak belajar. Meski mengajar, toh dia harus membuka buku tentang bahan ajarnya. Bahkan seorang dosen pun, juga harus belajar sebelum mengajar mahasiswanya. Minimal mempersiapkan materi atau presentasi bahan kuliahnya. Jadi, tak hanya siswa yang belajar. Dan semuanya memang butuh pembelajaran. Tak hanya itu, ketika mengajar, seorang dosen juga harus belajar mengerti karakter mahasiswanya. Itu dilakukan, jika sang dosen ingin mengajarnya tak sekedar mengajar. Namun, bagaimana ia tak saja mentransfer ilmu melalui pikiran, tapi juga dengan hati. Dan ini yang meninggalkan kesan tersendiri di hati para mahasiswanya.

Begitu pula, seorang manager di kantor. Alih-alih ia seorang pimpinan di kantor, toh ia juga belajar dari karyawannya. Tak semata seorang manager memiliki semua kemampuan yang dapat dilakukannya sendiri. Namun, juga ia memiliki keterbatasan, dimana keterbatasan itu dapat dilakukan oleh bawahannya. Disanalah fungsi peran masing-masing. Dan sekali lagi, semuanya dilakukan dalam proses belajar. Dalam proses belajar itu juga ada kesalahan sebagai layaknya seorang manusia. Namun, yang terpenting, dalam proses pembelajaran itu, bagaimana kita bisa belajar dari kesalahan. Seorang manager pun tak luput dari salah. Entah salah dalam memimpin, salah mendelegasikan tugas ke anak buah, atau bahkan salah dalam hal yang terkecil, semisal lupa untuk tersenyum dan menyapa.

Seorang accounting, juga belajar. Dia bisa saja mahir melakukan penghitungan akuntansi dengan rumus-rumusnya. Namun, suatu hari dia bisa saja salah memasukkan satu digit saja angka penjualan, yang mengakibatkan salah di jumlah harga penawaran. Disinilah, dia belajar ketelitian. Bagaimana dari kesalahan itu, dia belajar untuk selalu teliti memperhatikan dan menulis angka-angkanya.
Jadi, proses pembelajaran itu penting dilakukan dalam segala hal, segala jabatan dan segala tugas. Sekecil apapun hal itu, jika saja bisa dianggap sebagai pembelajaran akan menjadi besar maknanya, terutama buat ke depannya nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s