Pelajaran dari Kabar Duka

Semalam sepulang dari kantor aku dikabari kalau teman dekat abahku meninggal. Pak Ramilus namanya. Deg, antara percaya dan tidak, sungguh tak menyangka orang terdekat abahku dan lumayan dekat denganku juga ternyata sudah pergi. Ya Rabb, aku membayangkan terakhir bertemu dan bercakap-cakap kalau tidak salah lebaran tahun lalu. Aku dan umi bersilaturahim ke rumahnya yang tak terlalu jauh dari rumahku. Boleh dibilang, Pak Ramilus ini salah satu teman seletingan abah yang paling dekat.

Sejak abahku masih muda dan masih semangat-semangatnya mendirikan yayasan pendidikan, ia boleh dibilang yang paling rajin membantu abahku ikut rapat sampai malam, dan juga selalu hadir jika abahku mengundang acara ini dan itu. Dan, hingga tuanya dia dan abahku, pun selalu menyempatkan bersilaturahmi ke rumahku. Begitu pula istrinya yang baik hati, selalu rajin untuk main ke rumahku, bahkan suka membawa oleh-oleh buah tangan ala kadarnya. Ada rasa penyesalan bahwa aku tak sempat mengunjunginya di akhir-akhir hayatnya. Kini, tanpa sadar dan tak terasa dia sudah pergi mendahului abah. Sungguh, sebuah peringatan yang cukup dalam tentang arti kehidupan dan kematian buatku.

Bahwa, kita hidup di dunia ini hanya sepenggalahan waktu saja. Hanya sebentar masanya. Ibarat kata, kita dikirim ke sebuah negeri untuk bekerja atau menuntut ilmu. Dan bila waktu studi atau masa bekerja telah usai, maka kita akan dipanggil kembali untuk pulang. Sebelumnya prestasi kita akan dilihat dan diseleksi untuk kemudian kita akan menempati posisi yang lebih baik atau bahkan lebih buruk.

Jadi, kepentingan kita di dunia ini sungguh hanya beberapa tahun saja untuk kemudian akan kembali pulang ke alam yang lebih kekal, selamanya, entah berapa ratus bahkan ribuan tahun lamanya.

Ya Rabb, aku juga jadi tahu makna silaturahmi itu sangat penting. Betapa waktu itu sangat cepat putarannya,hingga kesibukanku bekerja tak sempat meluangkan waktuku bahkan sedikit saja untuk berkunjung dan bersilaturahmi dengan kerabat. Aku jadi bersemangat untuk tetap melakukan kebaikan selagi masih diberi kesempatan hidup di dunia.  Aku jadi punya motivasi untuk terus berkarya semampuku, juga untuk bekerja dalam rangka ibadah. Ya Rabb, jadikan hidup di duniaku dalam rangka mengumpulkan amal untuk bekalku nanti di alam yang lebih kekal. Jadikan aku, hamba yang Engkau cintai dan hamba yang selalu berserah diri, hingga hamba dapat memasuki surga-Mu. Amiiin

Selamat jalan Pak Ramilus, semoga surga tempat kembalimu. amiiin

Hai jiwa yang tenang, kembalilahkepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (Al Quran surat al Fajr ; 27-30)

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s