Belajar Mengatasi Kegalauan

Pernah ga sih merasakan kegalauan yang hebat yang membuat kening semakin berkerut dan mulut rasanya mau ngomel aja pada siapapun? Terus terang saya pernah, dan hari ini saya mengalaminya.

Tadi pagi ketika mau berangkat ke kantor saya dibuat galau oleh beberapa masalah yang menghimpit yang semuanya terasa menumpuk menjadi satu sehingga membuat pikiran jadi kalut, dan kepala sedikit berkunang-kunang.  Saya berusaha menetralisirnya dengan mengambil air wudhu dan solat dhuha dua rakaat. Saya usahakan untuk mengalihkan perasaan galau dan kalut itu dengan focus untuk curhat ke Allah saja. Saya berusaha untuk menyerahkan semua persoalan pada Dia Yang Maha Mampu untuk mengatasi persoalan manusia.

Dan setelah  solat dan berdoa, perlahan rasa galau berkurang. Saya coba melakukan relaksasi dengan menarik  nafas dalam-dalam berulang kali untuk membantu jalan peredaran darah ke otak.  Yup, akhirnya rasa galau itu semakin berkurang.

Satu lagi, tiba-tiba dipikiran saya muncul ide untuk mengirim sms pada orang bersangkutan yang membuat saya galau. Saya berasumsi, kalau saya komunikasikan masalahnya kepada dia  langsung, semuanya jadi jelas dan tidak timbul prasangka.

Sejurus kemudian, saya mengirimkan sms dan menumpahkan semua kegalauan dan permasalahan kepada yang bersangkutan, tentunya tak lupa meminta maaf atas apa yang saya rasakan saat itu. Ketika sms terkirim, ajaib,  saya merasa plong dan lega. Semua kegalauan seolah sirna. Apalagi, setelah dia membalas sms tersebut dan mengatakan kalau dia mengerti atas permasalahan saya. Semakin legalah saya. Dan saya bersyukur atas sirnanya kegalauan hari itu. Dan saya semakin bersyukur karena saya tidak jadi berprasangka apalagi membenci orang yang sedang saya galaukan. Na’udzubillah.

Saya baru menyadari, bahwa setiap permasalahan kita dengan seseorang, hendaknya memang dibicarakan dengan orang tersebut, bagaiamanapun caranya. Baik melalui face to face, sms atau internet kalau memungkinkan. Yang jelas, semuanya dibicarakan agar jelas dan tanpa prasangka. Juga yang lebih penting lagi, dengan tentunya kita selalu membicarakan permasalahan yang kita hadapi pada Allah yang Maha Memiliki solusi atas setiap permasalahan. Kita meminta kepada Nya dalam doa agar dituntun untuk selalu dapat mengatasi permasalahan seberat apapun.

Dan Alhamdulillah, hari ini melalui solat dhuha,saya terlebih dulu mengadukan semua permasalahan dan meminta jalan keluarnya. Dan, ternyata Allah mengabulkan doa saya dengan membimbing saya untuk menyelesaikan permasalahan kegalauan tersebut dengan mengirim sms dan membicarakan masalahnya. Allah As Samii’ Al Mujiiib memang selalu mengijabah doa orang yang meminta kepada-Nya. Tinggal bagaimana kita selalu menjadi hamba yang baik yang selalu berpikiran positif . Karena bukankah Allah menjelaskan dalam Al Quran bahwa Ia sebagaimana dengan prasangka hamba-Nya? Jadi, sepelik dan seberat apapun masalah kita, Allah lah tempat kita mengadu. Dan selalu yakin, Ia yang Maha Pemberi Solusi.  Jadikan Allah tempat kembali.

Terakhir, ketika saya tertarik menuliskan perasaan saya hari ini, dan menuangkan seluruhnya kedalam tulisan ini, semua kegalauan yang saya rasakan beberapa jam yang lalu benar-benar sirna.

Alhamdulillah, thanks to Allah always 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s