Memaknai Syahadat Kita

Taujih By : Ust. Salim A Fillah

Bagaimana kita memaknai syahadat yang terucap dalam setiap sholat limawaktu? Apakah sudah cukup pengakuan kita dalam lafal Asyahadu an laa Ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasulullah, mengakui dan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah? Sepertinya tidak hanya itu. Makna syahadat ternyata memiliki arti yang luas.

Salim A Fillah, penulis dan pengasuh majelis Jejak Nabi dalam taujih nya saat mabit akhir tahun di masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia memberikan 5 makna syahadat yang intisarinya saya rangkum sebagai berikut :

 

Bahwa syahadat adalah :

 

  1. Ilmu

Syahadat kita adalah ilmu yang mesti tidak henti kita jelajahi sampai mati

  1. Perpisahan

Jika perpisahan yang kita alami, jika sesuatu yang kita tinggalkan akan membuat kita lebih dekat dengan Allah, maka itulah syahadat kita.

Kisah Mushab bin Umair yang berpisah dengan ibunya karena membela prinsip

  1. Kebersamaan

Rukun itsbat dalam ibadah adalah ketiadaan kecuali Allah (Laa ilaaha illallah)

Kebersamaan dengan Allah memberi kkeuatan dan menghilangkan kekhawatiran.

Kisah Siti Hajar yang ikhlas ditinggalkan nabi Ibrahim di gurun pasir yang tandus, karena yakin bersama Allah.

 

Disinilah makna sa’i sebenarnya = usaha tiada henti untuk bersama dengan Allah, dan untuk menunjukkan kecintaan kepada Allah.

 

Al mar’u ma’a man ahabbahu

(Seseorang jika mencintai akan selalu membersamai yang dicintainya)

 

Di perang Uhud, Thalhah bin Ubaidillah yang begitu mencintai Rasulullah rala menyediakan tubuhnya dilukai dengan 70 panah dan 2 jarinya terputus.

 

  1. Perlombaan

 

Hidup adalah perlombaanuntuk menempuh ujian dimana Allah sebagai jurinya.

Abu Bakar Ash Shiddiq selalu memenangkan lomba dalam beramal dengan para sahabat.

 

Dlm buku Biografi Rasulullah yang ditulis oleh Abdurrahman Asysyaukani disebutkan, suatu hari sepulangnya dari berperang di malam hari, Rasulullah bertanya kepada para sahabat :

Siapakah yang sudah mengantar jenazah?Parasahabat tak ada yang menjawab, kecuali Abu Bakar

Siapakah yang sudah memberi makan pada fakir miskin?Parasahabat tak ada yang menjawab, kecuali Abu Bakar

Siapakah yang sudah menyantuni anak yatim?Parasahabat tak ada yang menjawab, kecuali Abu Bakar

 

Padahal, jeda waktu antara pulang dari berperang dengan pertemuan Rasulullah itu hanya sejenak, namun Abu Bakar tidak kehilangan sedikit waktunya untuk selalu berfastabiqul khairot.

 

  1. Dakwah

Jika kita tidak mencegah orang-orang yang melubangi kapal, niscaya kita pun ikut tenggelam bersama mereka. Maka, cegahlah orang dari yang mungkar sebisa mungkin.

 

Maka, dakwah adalah puncak tertinggi dari syahadat kita.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s