Bilakah Al Quran Melupakanmu?

Satu wacana baru yang menjadi intisari sebagai oleh-oleh dari kajian mabit Daarut Tauhid, di Sarua, Ciputat, tempo lalu sungguh menggelitik saya untuk menuliskannya.

Di akhir-akhir ceramahnya, Ustad Syam, begitu panggilan pengisi kajian malam itu, lupa menyitir sebuah dalil dari ayat Al Quran. Setelah lama tak juga mengingatnya, Ustad Syam kemudian beristigfar seraya berkata,” Masya Allah, Al Quran telah melupakan saya. Beliau kemudian menekankan kepada hadirin jika suatu saat lupa akan ayat yang telah dihafal, maka saat itu bukan kita yang lupa pada Al Quran. Karena sejatinya Al Quran lah yang telah melupakan kita.

Kemudian saya berpikir lagi dan mendalami makna kalimat ustad tadi. Memang betul kalau Al Quranlah yang melupakan kita. Dalam derasnya arus kehidupan yang penuh dengan noda dan debu maksiat, mungkin saja kita yang memang tak sengaja menjauh dari al Quran? Mungkin saja kita yang tak sengaja sudah melanggar apa yang sudah kita baca? Mungkin saja kita tak mengamalkan apa yang kita baca? Mungkin saja kita telah melupakan apa yang sudah kita hafal? Sehingga Al Quran seolah menegur kita mengapa kita tak lagi mendekat padanya. Dan, saat itulah Al Quran yang telah melupakan kita. Begitu banyak alasan yang membuat Al Quran menjadi hal ‘terlupa’ dalam hidup kita. Padahal, setiap hari kita membacanya dalam solat dan tilawah.

 

Bagaimanalah jika kitab Allah yang mulia itu meninggalkan kita? Jangan sampai kitab yang berfungsi sebagai penerang, petunjuk dan jalan hidup kita itu menjadi jauh dari kita dengan cara kita dilupakan dari mengingatnya.

Tak heran, para penghafal Quran lebih sulit menjaga hafalannya dibanding menghafalnya di kali pertama. Karena, saat berkomitmen untuk menghafal, saat itu pula mereka berkomitmen untuk berinteraksi secara intensif. Mulai dari adab bersikap, hingga mengamalkan isinya. Tak heran pula, mereka berkomitmen untuk menjaga sikap dan akhlak dirinya dari maksiat sekecil apapun. Karena, kabarnya jika sekecil apapun noda maksiat dilakukan, maka luruhlah beberapa ayat yang telah dihafal.

Sampai sedemikian dahsyatnya pengaruh Al Quran. Yap, tak heran, karena dahsyat pula manfaaat yang ditorehkan. Karena Al Quran adalah mukjizat yang tak boleh dipermainkan. Karena Al Quran yang dengan membaca satu hurufnya saja kita sudah diganjar 10 pahala kebaikan. Karena ia yang dengan membaca dan menghafalnya bisa menjadi syafaat kita di hari akhir nanti. Saat semua doa tertolak, saat semua amalan sudah tak bisa lagi dipertaruhkan, maka saat itulah amalan para pembaca dan penghafal Al Quran menjadi diperhitungkan. Karena itulah, kita memang tak boleh melupakan Al Quran, agar Al Quran tak melupakan kita. Semoga, kita semua selalu hidup dan menghidupkan Al Quran.

“Bacalah al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat kepada para ahlinya” (HR. Muslim).

Advertisements

8 responses to “Bilakah Al Quran Melupakanmu?

  1. jika ini benar..
    mungkin Al Quran telah melupakan saya beberapa kali. terimakasih buat post inspiratifnya.
    ngomong-ngomong, saya juga kepengen lihat daarut tauhid. selama ini denger saja. 🙂

    • Sama2, smg bermanfaat terutama buat yg nulis. Silakan datang ke DT Sarua, Ciputat aja, disana sering ada kajian DT, atau di BI kl tdk salah setiap bln juga ada mabit/kajiannya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s