Disini Aku Belajar Melayani



Pada suatu kesempatan, aku diajak melihat-lihat sebuah rumah sakit kecil di Malang. Rumah sakit itu terletak di sebuah komplek di daerah Singosari.Namanya Prima Husada.  Awalnya, ketika baru tiba di komplek itu, dari jauh aku tak melihat ciri-ciri sebuah rumah sakit, namun ketika tiba lebih dekat lagi, ternyata rumah sakit ini memang terletak diantara rumah-rumah di komplek tersebut. Dan, yang unik, aku menemukan sesuatu disini.

Aku mungkin bukan tipe orang pelayan yang customer oriented, bahkan terkadang cuek. Namun, disini aku menemukan karakter melayani oleh si empunya rumah sakit yang berbeda dengan rumah sakit lain. Si empunya rumah sakit itu biasa aku panggil bunda. Suatu hari aku diajak berkeliling menjenguk pasien-pasien yang sakit. Bunda memang terbiasa menyediakan waktu khusus untuk melihat pasien-pasiennya untuk memastikan apakah mereka terawat dan terlayani dengan baik.

Di mulai dari menyapa pasien atau keluarga yang menunggui, apakah mereka mendapatkan keramahan ketika perawat mengganti infusan, dan memeriksa tensi? Apakah dokternya memberikan obat dan penjelasan dengan baik? Hingga apakah mereka merasa nyaman selama menginap di rumah sakitnya dengan kebersihan ruangannya. Dalam menjamin kepastian tersebut, bunda tak segan memberi contoh dengan mengambil sendiri sampah kecil disudut ruang tunggu pendaftaran.

Satu lagi yang mencengangkanku adalah suami bunda yang juga dokter di situ, dia begitu pasien oriented. Segala sesuatunya ditetapkan karena kenyamanan pasien. Contohnya, melihat ada pasien yang menunggu, ia menyapa pasien tersebut dengan mengatakan,”sudah dilayani?” Ini adalah satu-satunya sikap seorang dokter yang saya temui di rumah sakit. Dan, ketika ada pasien mengeluh ingin pulang karena merasa kondisinya sudah lebih baik, dokter menyetujui dan menyarankannya pulang.

Dalam hal pasien jamsostek tak membawa kartu jamsostek karena lupa, pasien harus tetap dilayani dengan ramah, dengan disarankan diberikan surat rujukan. Bayi yang lahir disini diberi hadiah. Pasien diantar jemput. Begitu juga kalau perawat lalai memasang cairan infusan, pasien tidak dikenakan biaya infus. Dan masih banyak lagi contoh pelayanan lannya.

Tak heran dokter itu begitu dicari dan ditunggu pasien-pasiennya. Seperti yang saya catat dari pengalaman seorang pasien bernama Ibu Dewi ketika sedang menebus obat untuk suaminya yang menderita darah tinggi. Selama 21 tahun ia selalu berobat dirumah sakit itu, karena menurutnya obatnya manjur. Ketika di puskesmas ia memerlukan lima kali berobat baru bisa sembuh, dirumah sakit itu ia hanya cukup sekali minum obat sudah sembuh.

Dan sudah kubuktikan sendiri, setiap kutanya pasien-pasien yang berobat semua menyatakan kepuasannya selama berobat maupun rawat inap disitu. Jadi, kenyamanan dan kepuasan yang dirasakan oleh pasien-pasien sepertinya bukan sebuah isapan jempol yang sengaja digaungkan. Bunda sendiri mengatakan bahwa marketing yang baik itu adalah bukti nyata langsung, dan bukan hanya di mulut.

Bunda juga tak hanya bagus di luar, tapi ia berusaha menjadikan karakter melayani itu tak hanya tertular pada karyawannya, tapi juga pada anak dan pelayan rumahnya. Juru masaknya selalu standby memasakkan makanan yang tidak saja diperutukkan bagi pasien, tapi juga perawat, dan tamu bahkan ada satu fasilitas khusus keluarga pasien yang mendapatkan makanan.

Jadi, disinilah aku belajar konsep melayani dengan hati yang merupakan sifat Allah al Halim, bagaimana sifat itu bisa tertanam dihati hingga menjadi karakter yang mendarah daging.  Disini, di Rumah Sakit Prima Husada.

http://rsprimahusadamalang.com/

 

 


Advertisements

2 responses to “Disini Aku Belajar Melayani

  1. Maaf saya mw tanya saya skrg lg hamil 18w dan tinggal dijawa tengah, karena ingin melahirkan dekat ibu di lawang jadi hunting info rs dari internet. Pengalaman tante dulu opnam di rs.prima husada dgn jamsostek sangat memuaskan jadi saya ingin melahirkan disitu juga.. Yg ingin saya tanyakan
    1. Apa rs.prima husada juga melayani jampersal?
    2. Jika tidak kira” berapa biaya perkiraan melahirkan normal dan caesar dgn dokter?
    3. Karena ini anak pertama dan ada miom dikandungan saya..
    mohon jawaban dan konfirmasi ke email saya gichaaulia@gmail.com
    terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s