Antara Saya, Menulis dan Me Time

Image

Akhirnya kembali menulis lagi di blog ini, setelah kurang lebih 6 bulan menghilang entah kemana. Setelah menikah, ada banyak yang saya kerjakan sehingga banyak mengambil jatuh waktu menulis saya.  Tapi, apa benar begitu yah? Apa benar sesudah menikah tak ada waktu untuk mengembangkan diri sehngga kita hanya berkutat di dunia dapur, sumur dan kasur? Huhuhu rasanya saya tidak ingin seperti  itu. Tidak menulis dalam waktu yang sangat lama itu ternyata membuat saya menderita dan seperti kehilangan arah hingga galau berbulan-bulan. 

Karena bagi saya, menulis  hanya mengembangkan dan mengasah pikiran saya, tapi juga menjadi hiburan tersendiri yang menyenangkan dan tentu menyehatkan. Tentunya, menulis juga menjadi ladang mencari uang juga bukan. Tapi hal yang terakhir ini tidak menjadi alasan saya yang utama.  Pokoknya menulis itu sudah menjadi passion saya, dan jika ini tidak ditekuni lagi, maka saya seolah merasa tak bernyawa (Mudah2an tidak berlebihan J)

Kembali ke laptop,  setelah menikah selama kurun waktu 6 bulan itu, tentunya ada fase yang berubah drastis yang mungkin belum saya resapi, yaitu kebiasaan hidup mandiri. Bayangkan, saya yang terbiasa mandiri, kemana-mana selalu sendiri, makan,tidur, hingga beli segala keperluan pribadi selalu sendiri, sekarang semuanya berubah. Semua harus bersama suami. Tentu bahagia bukan selalu ditemani kemana-mana.  Tapi, ada hal yang kadang saya harus jalani sendiri, dan tidak ingin ditemani bahkan oleh suami sendiri, yaitu menulis. Dan hal ini bagi saya membutuhkan ‘Me Time” yang maksimal . Dalam menulis dan mencurahkan seluruh ide dalam kata-kata saya butuh sendiri ! Dan itulah mengapa saya belum bisa menulis selama kurun waku 6 bulan terakhir.

Tapi, tentu dalam 24 jam “Me Time” itu bisa dicari terutama saat suami tak ada di rumah dan saya punya waktu luang. Itu yang harus saya kejar.  Dan sekarang saya sedang mengusahakan me time saya untuk menulis blog ini. Terkadang disaat suami tidur, saya bangun malam untuk menulis. Dan, ada banyak hal lagi yang mesti saya gali dan pelajari termasuk saat saya bersama keluarga suami, membantu dan menjadi menantu yang baik di dapur J.

Yang jelas  setelah menikah, saya tidak ingin kehilangan passion saya hingga menguap ditelan waktu. Ada banyak hal yang bisa dituliskan kapan saja, termasuk isi hati saya yang saya bisa tuangkan kali ini. Yang jelas, saya tidak ingin menggunakan alasan sudah menikah sebagai penghalang saya untuk menulis. Tentu ada banyak cara dan strategi yang bisa dilakukan untuk tetap menulis, termasuk jika sudah memiliki anak, 

Yang jelas lagi, saya harus mengubah mindset bahwa menikah itu tidak melulu terpasung waktu, tapi justru menjadi motivasi untuk lebih giat menulis. Setuju? 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s